Kamis, 14 Februari 2013

Thomas Alva Edison 11 February 1847 - 18 Oktober 1931

Thomas Alva Edison 11 February 1847 - 18 Oktober 1931
Bola Lampu

Thomas Alva Edison adalah penemu dari Amerika dan merupakan satu dari penemu terbesar sepanjang sejarah. Edison mulai bekerja pada usia yang sangat muda dan terus bekerja hingga akhir hayatnya. Selama karirnya, Thomas Alva Edison telah mempatentkan sekitar dari 1.093 hasil penemuannya, termasuk bola lampu listrik dan gramophone, juga kamera film. Ketiga penemuannya membangkitkan industri-industri besar bagi industri listrik, rekaman dan film yang akhirnya mempengaruhi kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Dia juga dikenal sebagai penemu yang menerapkan prinsip 'produksi massal' bagi penemuan-penemuannya.





       Edison sendiri memperoleh keahliannya dalam bidang kelistrikan dan telegraphy (telegraph untuk komunikasi) pada usia belasan tahun. Pada tahun 1868, di usia 21 tahun, dia telah mengembangkan dan mempatentkan penemuannya yang berupa sebuah mesin yang merekam telegraph.
Dimasa kecilnya, Edison hanya bersekolah di sekolah yang resmi selama tiga bulan, selanjutnya semua pendidikannya diperoleh dari ibunya yang mengajar Edison di rumah. Ibu Edison mengajarkan Edison cara membaca, menulis, dan matematika. Dia juga sering memberi dan membacakan buku-buku bagi Edison, antara lain buku-buku yang berasal dari penulis seperti Edward Gibbon, William Shakespeare dan Charles Dickens.


 Thomas Edison semasa kecil       

         Edison di usia 12 tahun, memperoleh penghasilan dengan cara bekerja menjual koran dan surat kabar, buah apel, serta gula-gula di sebuah jalur kereta api. Di usia itu pula, Edison hampir mengalami kehilangan seluruh pendengaran karena penyakit yang dideritanya, penyakit itu membuatnya menjadi setengah tuli. Edison pernah menulis dalam diarinya: "Saya tidak pernah mendengar burung bernyanyi sejak saya berusia 12 tahun."
Pada usia 15 tahun, Edison, sambil tetap berjualan, membeli sebuah mesin cetak kecil bekas yang selanjutnya dipasang pada sebuah bagasi mobil. Kemudian dia mencetak korannya sendiri,
WEEKLY HERALD, yang di cetak, diedit dan dijualnya di tempat dia berjualan.

        Pada musim panas 1862, Edison menyelamatkan seorang anak berusia tiga tahun yang hampir di tabrak oleh mobil. Ayah dari anak yang diselamatkan adalah kepala stasiun kereta api di tempatnya berjualan. Dan sebagai rasa terima kasih, kepala stasiun tersebut mengajari Edison cara menggunakan telegraph. Setelah 5 bulan mempelajari telegraph, Edison bekerja sebagai ahli telegraph selama 4 tahun. Hampir semua gaji yang didapatnya dihabiskan dengan membangun berbagai macam laboratorium dan peralatan listrik.
Edison sangat senang mempelajari sesuatu dan membaca buku-buku yang ada. Dari semua yang dipelajarinya, Edison menerapkan pelajaran tersebut dengan cara bereksperimen di laboratorium kecilnya. Edison tinggal di laboratoriumnya, hanya tidur 4 jam sehari, dan makan dari makanan yang dibawa oleh asistennya ke laboratoriumnya. Edison melakukan percobaan dan eksperimen terus menerus hingga penemuan-penemuannya menjadi sempurna. Mungkin kata yang cocok untuk menggambarkan kepandaian Edison adalah: "Genius adalah 99% kerja keras"

George Ferris : Penemu Komedi Putar

         


          Mungkin sebagian dari kita masih asing dengan sosok George Ferris. Ia adalah seorang ahli teknik atau insinyur asal Amerika Serikat yang berhasil menciptakan beberapa penemuan menarik. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah komedi putar raksasa atau yang kemudian dikenal dengan nama Ferris Wheel. Lantas, apa hubungan George Ferris, komedi putar, dan perayaan hari Valentine alias hari kasih sayang? 
         Salah satu jawabannya adalah 14 Februari. Ya, itulah tanggal di mana hari Valentine diperingati di seluruh dunia setiap tahunnya. George Ferris ternyata juga dilahirkan di tanggal tersebut, tepatnya pada 14 Februari 1859 di Galesburg, Illinois, Amerika Serikat. Nama aslinya sebenarnya cukup panjang, yaitu George Washington Gale Ferris, Jr., yang merupakan putera dari pasangan George Washington Gale Ferris Sr. dan Martha Edgerton Hyde. 
          Singkat cerita, setelah melalui berbagai lika-liku dalam kehidupannya, George Ferris pada akhirnya menjadi seorang insinyur. Pada tahun 1891, penyelenggara World’s Columbian Exposition, yang merupakan salah satu ajang pameran terbesar pada saat itu, mengadakan sayembara untuk para insinyur di Amerika Serikat. Mereka ditantang untuk membuat suatu karya orisinil yang berani, unik, dan bisa mengungguli Menara Eiffel di Prancis yang sangat kesohor itu. 
      George Ferris pun mencoba peruntungannya dengan mengajukan disain komedi putar raksasa rancangannya. Menurut George Ferris, komedi putar raksasa yang akan dibuatnya bakal bisa melebihi Menara Eiffel. Dengan menaiki karyanya itu, para pengunjung akan dapat melihat keseluruhan pameran dari atas, dan itu adalah pemandangan yang sangat menakjubkan serta akan menjadi saat-saat romantis bagi pasangan yang berada di sana. Awalnya, pihak penyelenggara merasa ragu dengan rancangan yang diajukan oleh George Ferris tersebut dengan alasan keamanan.  
          Namun, George Ferris kemudian berhasil memastikan keamanan komedi putar raksasa buatannya itu. Akhirnya, komedi putar raksasa karya George Ferris yang lantas diberi nama Ferris Wheel tersebut berhasil dihadirkan dalam ajang World’s Columbian Exposition yang digelar di Chicago pada tahun 1893. Ternyata, di masa-masa yang akan datang, banyak kisah romantis yang terjadi dan terkait erat dengan komedi putar raksasa yang pertamakali diciptakan oleh George Ferris itu. Dengan demikian, hari lahir George Ferris, juga komedi putar ciptaannya, ternyata memiliki benang merah dengan perayaan hari kasih sayang yang diperingati setiap tanggal 14 Februari itu. Sayangnya, George Ferris mati muda di usia 37 tahun pada 22 November 1896, di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat.