Kisah Steve Jobs Membangkitkan Apple yang Sekarat
Jakarta - Apple pernah mengalami masa-masa hampir
bangkrut. Kala itu di tahun 1990-an, produk Apple gagal di pasaran dan
harga sahamnya anjlok drastis. Mereka kalah telak dari pesaing beratnya,
Microsoft.
Produk Apple seperti PDA Newton tidak menarik
perhatian pasar. CEO Gil Amelio pun didepak Apple setelah posisi
keuangan yang terus merugi. Pada Juli 1997, Steve Jobs kembali ditunjuk
sebagai CEO Apple.
Kembalinya sang pendiri Apple pada akhirnya
tidak saja menyelamatkan Apple, namun membuat perusahaan tersebut
menjadi salah satu yang paling bernilai di dunia saat ini. Simak kisah
menarik mendiang Steve Jobs menjadi juru selamat Apple.
==============================================================
@1997 - Bermitra dengan 'musuh', Microsoft

Tugas
berat sudah menanti Jobs kala ia kembali memimpin Apple pada Juli 1997.
Salah satu keputusan awalnya adalah menghentikan proyek gadget Newton
yang merugikan perusahaan sekitar USD 100 juta, meski sejatinya Newton
adalah gadget canggih pada zaman itu.
Jobs kemudian mendekati
Microsoft, perusahaan yang sejatinya adalah musuh besar Apple. Pada
perhelatan Macworld Expo 1997, Steve Jobs tampil bersama Bill Gates
untuk mengumumkan kontrak 5 tahun.
Sesuai kontrak tersebut,
Microsoft akan merilis update baru Microsoft Office di Mac dan akan
berinvestasi pada Apple. Dalam pidatonya, Jobs tetap percaya diri pada
kemampuan Apple.
"Jika kami ingin maju dan melihat Apple menjadi
sehat dan makmur kembali, kami harus merelakan beberapa hal. Kami harus
meninggalkan gagasan bahwa Apple harus menang dan Microsoft harus
kalah," kata dia dalam pidatonya.
"Jadi, era kompetisi antara
Apple dan Microsoft menurut saya sudah selesai. Ini adalah untuk membuat
Apple kembali sehat, untuk membuat Apple memberikan kontribusi besar
bagi industri," tambahnya
==============================================================
@1998: Memperkenalkan iMac
Steve
Jobs terus berjuang. Ia tahu bahwa Apple membutuhkan produk yang bagus
untuk mengubah peruntungannya. Tahun 1998, produk komputer bernama iMac
pun diperkenalkan Apple.
Produk ini punya desain unik hasil
rancangan Jonathan Ive yang saat ini menjadi kepala desain Apple. iMac
ternyata sukses besar dan terjual 800 ribu unit dalam lima bulan
pemasarannya.
Pada tahun itu, Apple juga mengakuisisi produk
Macromedia Final Cut. Dan akhirnya untuk pertama kalinya sejak 1995,
Apple kembali untung. Mereka membukukan keuntungan USD 309 juta.
Kuncinya
adalah keputusan Jobs untuk mendesain ulang produk Apple sehingga seksi
dan menarik di mata konsumen. "Tahukah Anda apa yang salah dari
perusahaan ini? Produk-produknya jelek, tidak ada unsur seksinya," kata
Jobs dalam sebuah meeting internal.
=============================================================
@1999: Harga saham Apple melonjak
Apple
terus melanjutkan performa bagusnya di bawah komando Steve Jobs. Pada
tahun 1999, performa bisnis Apple membukukan catatan lebih baik dari
sebelumnya.
Penjualan produk Apple tumbuh 3,2% dan keuntungannya
sebesar USD 601 juta atau meningkat 94% ketimbang tahun sebelumnya.
Harga saham Apple pun melonjak menjadi USD 99.
Di tahun ini, Apple berekspansi dengan tidak hanya sekadar menjual produk komputer. Mereka merilis juga software Final Cut Pro.
============================================================
@2000: Steve Jobs menjadi CEO permanen
Apple
mengumumkan strategi baru di MacWorld Expo 2000. Mereka mengungkap
kehadiran iTools, aplikasi internet untuk Mac dan juga Eartlink sebagai
ISP yang mereka rekomendasikan.
Berkat kesuksesan Apple kembali
ke jalur sukses, Steve Jobs akhirnya ditunjuk sebagai CEO permanen.
Sayangnya di tahun ini, Jobs memperkenalkan produk bernama G4 Cube yang
berujung pada kegagalan di pasar.
"The Cube adalah jawaban Apple
untuk mereka yang menginginkan iMac tanpa monitor, juga sebagai
tantangan bagi industri komputer untuk meminimalisir ukuran komputer dan
meningkatkan daya tarik fisiknya. The Cube adalah perjudian terbesar
Jobs semenjak pelucuran iMac. Produk ini akhirnya gagal," demikian
tertulis dalam Apple History.
kegagalan G4 cube membuat Apple
tidak banyak membukukan untung tahun itu. Apple pun terpaksa memangkas
harga PowerMac untuk memperbaiki keuangannya.
=========================================================
@2001: Perkenalan iPod dan iTunes
Pada
tanggal 15 Mei 2001, Steve Jobs memperkenalkan toko retail Apple Store
pertama yang kemudian dikunjungi jutaan orang. Beberapa bulan kemudian,
Jobs memperkenalkan produk yang kemudian menjadi hits besar, iPod.
Pada
tahun itu, diperkenalkan pula iTunes untuk mendownload lagu yang
kemudian mengubah industri musik. iTunes tidak hanya menguntungkan bagi
Apple, namun juga para label musik dan berkontribusi memerangi
pembajakan.
"Layanan berlangganan musik saat ini akan gagal.
Orang tidak ingin membeli musik seperti itu. Mereka ingin membeli musik
download. Orang-orang ingin memiliki musiknya sendiri. Anda tidak ingin
menyewa musik dan suatu hari ketika Anda berhenti membayar, musik Anda
hilang," ucap Jobs ketika itu.
============================================================
@2002: Bisnis merugi
Pada
tahun ini, Steve Jobs tampil di sampul depan majalah bergengsi Time.
Majalah ini meliput kehadiran produk iMac yang berdesain unik, di mana
monitornya bisa digerakkan.
Tahun ini pula, Apple juga merilis
server bernama Xserve 1U. Ini adalah upaya pertama Apple untuk masuk ke
pasar enterprise dengan harga barang yang lebih terjangkau.
Namun
demikian pada tahun itu bisnis Apple tidak begitu bagus karena situasi
ekonomi yang kurang baik dan melemahnya penjualan PowerBooks serta
PowerMac. Mereka sempat mengumumkan kerugian sebesar USD 45 juta.
=========================================================
@2003: iTunes Music Store diluncurkan
PowerBook
generasi pertama diluncurkan pada tahun 2003. Perangkat ini adalah
komputer pertama Apple yang menggunakan bahan eksterior dari alumunium.
Tahun
ini, generasi ketiga iPod diperkenalkan dengan konektor dock di bagian
bawah. Pada hari yang sama perkenalan iPod, produk iLife dan iTunes
Music Store juga diumumkan.
iTunes Music Store sukses secara
instan dan menjual satu juta musik di minggu pertamanya saja. Di tahun
tersebut, Apple juga membuka toko pertamanya di Jepang.
=============================================================
@2004 dan seterusnya: Apple meraksasa

Pada
tahun-tahun berikutnya, sepak terjang Steve Jobs dan Apple tidak
terbendung. Tahun 2004, iTunes memimpin 70% pasar musik download legal.
Lebih dari 100 juta lagu telah didownload sampai Juli 2004. Apple
merilis juga iPod Mini yang menjadi hits.
Pada tahun 2005, kisah
sukses mereka pun berlanjut dengan kehadiran iPod Shuffle serta Mac
Mini. Penjualan iPod pun meledak di kisaran 30 juta unit.
Kemudian
pada tahun 2006, market cap Apple sudah berhasil melampau Dell. Dan
pada tahun 2007, hadirlah produk ikonik Apple, iPhone. iPhone berhasil
merevolusi industri ponsel dengan kehadiran toko aplikasi pendukung App
Store. Sampai sekarang, iPhone masih tetap dipuja dan ditunggu
kehadirannya oleh para fans Apple.
Tidak berhenti sampai di situ,
Apple mempopulerkan pula tablet PC dengan kehadiran iPad pada tahun
2010. Banyak pihak semula pesimistis produk ini akan sukses. Nyatanya
sampai sekarang, belum ada yang bisa menggoyahkan kepemimpinan iPad di
pasar tablet.
Steve Jobs meninggal dunia karena penyakit kanker
pada Oktober 2011. Kematiannya menimbulkan duka mendalam terhadap banyak
pihak. Bagi kawan dan lawan, dia akan selalu dianggap sebagai juru
selamat Apple dari jurang 'kematian'.